Kisah 5 Kiper Meninggal di Lapangan Demi Membela Klub Kebangganya

Kiper Meninggal di Lapangan

Bagi fans kehilangan idolanya sudah menjadi hal yang biasa. Bukan hanya artis saja yang berpulang saat berada si puncak karir, tapi juga pemain sebak bola. Beberapa pemain sepak bola seperti penyerang, sayap, bek, bahkan kiper meninggal di lapangan. Yang menjadi penyebab kematianya juga beragam.

Ajal memanglah tiada yang tahu, entah pejabat, pegawai suwasta, petani bahkan pemain sepak bola. Semuanya menjadi rahasia yang kuasa. Berbagai upaya seperti pengobatan, latihan fisik ataupun upaya upaya lainya hanya bisa menghambat. Berikut ini 5 kiper meninggal di lapangan yang telah dirangkum beserta penyebab kematianya.

1. James Hortio Thorpe

Terlahir pada tanggal 16 September 1913, di Jarrow, Inggris. James Hortio Thorpe menandatangi kontrak bersama Sunderland pada usianya yang baru 17 tahun. Hebat bukan, dia sudah dikontrak ketika masih remaja. Pada musim 1932-1933 dia menjadi jantung dari Sunderland, dimana James Hortio Thrope menjadi alasan setiap kemenangan Sunderland.

READ  5 Pemain Legenda Chelsea Sepanjang Masa

Nasib naas menimpa James Hortio Thrope ketika pertandingan melawan Chelsea, tanggal 1 Febuari 1963. Tendangan yang mengarah pada kepala dan juga dada membuatnya mengalami luka dalam pada organ vitalnya. Saat itu James Hortio tidak langsung beristirahat melainkan tetap melanjutkan pertandingan.

Tepat tanggal 5 Febuari 1963, James Thrope dinyatakan meninggal dunia. Penyebab utama kematianya adalah jantung, yang sebelumnya dipicu oleh tendangan setelah menerima umpan backpass. James merupakan kasus kiper meninggal di lapangan pertama dunia. Setelah kematian James peraturan berupa larangan menendang bola saat sudah didekapan kiper diberlakukan.

2. Jose Antonio Gallordo Marin

Dari Inggris, mari berpindah menuju Spanyol. Jose Antonio Hallordo Marin merupakan pesepak bola yang bermain di Alteltico Malagueno. Dimana club Altetico juga menjadi club pertama sepanjang karirnya dalam sepak bola.

Jose Antoni menghembuskan nafas pada usia 21 tahun. Sebelu meninggal dia mengalami koma dan juga pendarahan pada otak. Diketahui bahwa penyebab pendarahan otak tersebut adalah benturan keras yang terjadi antara dia dan Celte Vigo.

READ  Deretan Gelandang Bertahan Terbaik Indonesia Skill Dewa

3. Sergey Vladimirovich Perhun

Kiper berkelahiran 4 September 1977 ini, merupakaan pemain kebanggan Uni Soviet. Pria dengan tinggi 190 cm mengisi daftar kiper meninggal di lapangan selanjutnya. Pasalnya dia menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 23 tahun, dimana hal itu juga menutup karirnya di dunia sepak bola.

Penyebab kematianya adalah benturan yang terjadi antara Anzhi Makhachkala Budun Budunov dan dirinya. Benturan tersebut mengakibatkan cedera yang parah pada keduanya. Namun, nasib naas lah yang mengharuskan Sergey menutup usia.

4. Danny Ortiz Maldonado

Kiper asal Guatemala atau yang dikenal dunia dengan Danny Ortiz terlahir pada 26 Juli 1976. Mengawali debutnya pada tahun 2001 bersama Timnas Guatemala, yang kala itu tengah bertanding bersama Panama.

Benturan yang terjadi pada Danny Ortiz saat bertanding antara Municipal melawan CSD Comunicacions, menjadi pertandingan terakhirnya. Saat itu Danny berbenturan dengan Mario Rodriguez. Setelah terjadinya benturan Danny dilarikan ke rumah sakit. Namun, karena terjadi robekan pada selaput jantung, membuat Dany tak mampu bertahan.

READ  Deretan Pemain Bola Dengan Gol Terbanyak Di Dunia

5. Choirul Huda

Nama Choirul Huda tak akan pernah dilupakan sepanjang sejarah, khususnya bagi Persela Lamongan. Pria dengan tinggi 183 cm ini, mengawali karirnya pada tahun 1999. Bersama Persela dia bertanding kurang lebih sebanyak 603 kali pertandingan.

Choirul Huda menjadi kasus Kiper Meninggal DI Lapangan pertama di Indonesia. Penyebab kematian adalah benturan dengan kawan satu klubnya yaitu Ramon Rodriguez, pada 15 oktober 2017 ketika bertarung bersama Semen Padang.

Dari kasus kelima kiper tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa semua pekerjaan memiliki resikonya sendiri sendiri. Baik itu seorang pejabat yang bisa meninggal karena memenangkan masa, ataupun kiper meninggal di lapangan, atau juga nelayan meninggal karena badai. Maka dari itu, waspada dan hati – hati adalah hal yang tidak bisa dilewatkan.

You May Also Like

About the Author: Kim Don Gun