Kiper Terbaik Indonesia yang Mungkin Tidak Pernah Tergantikan

Kiper Terbaik Indonesia

Ketika gelandang tidak bisa mampu mengendalikan ritme, back tidak berada dalam posisinya. Maka garda terakhir hanya ada pada kiper sebagai pertahanan terakhir. Kiper sendiri berasal dari bahasa Inggris “Keeper” yang berarti “penjaga” jika secara harfiah memiliki makna penjaga terakhir dari sebuah kesebelasan. Berikut adalah  daftar Kiper terbaik Indonesia yang pernah dimiliki bangsa ini.

1. Maulwi Saelan

Sudah bisa ditebak jika generasi milenial tidak akan tahu siapa Maulwi Saelan. Maulwi Saelan lahir 8 Agustus 1928, atau beberapa bulan sebelum Sumpah Pemuda yang menjadi awal pergerakan pemuda nasional. Meskipun Maulwi Saelan adalah keeper generasi lawas yang hanya diingat oleh segelintir anak muda dasawarsa ini.

Ternyata Maulwi pernah membawa Indonesia saat pertandingan melawan Uni-Soviet di perempat final Olimpiade yang diselenggarakan di Australia pada tahun 1956. Menariknya, Uni-Soviet yang merupakan negara papan atas di piala Dunia ternyata kesulitan saat melawan Indonesia di perempat final. Bahkan sampai dua kali babak tambahan, skor masih kacamata alias 0 – 0. Akhirnya pertandingan berlanjut keesokan harinya dan Indonesia tertinggal 0 – 4 dari Uni-Soviet.

READ  Pemain Bola Tertua Saat Ini, Siapa Saja yang Mengisi Daftarnya?

2. Kurnia Meiga

Pemain kelahiran Jakarta, 9 Mei 1990 ini memiliki tinggi 187 cm. Dengan tinggi seperti itu Kurnia Meiga mampu bermain bola atas yang biasanya menjadi andalan pemain dengan tinggi badan diatas rata-rata.Kurnia Meiga sendiri pernah memperkuat Arema sampai menjuarai Liga Super Indonesia pada musim 2009/2010.

Kemudian mendapat medali perak pada ajang SEA Games 2011 dan mendapat medali yang sama juga pada tahun 2013. Puncaknya ketika Kurnia Meiga memberikan permainan terbaiknya saat berlaga di kejuaraan AFF pada tahun 2016. Sampai akhirnya mendapat penghargaan sebagai kiper terbaik di Piala AFF saat itu.

3. Hendro Kartiko

Pernah ada yang menyamakan antara Hendro Kartiko sejajar dengan Fabien Barthez, kiper asal Prancis yang membawa Prancis sampai final piala Dunia. Tapi memang prestasi Hendro Kartiko yang berhasil memperkuat Indonesia di Piala Asia tahun 2000. Mengawali karir pada tahun 1994 di Persis Jember sebagai penjaga gawang.

READ  Berita Transfer Pemain Eropa yang Paling Heboh dan Sensasional

Karir Hendro Kartiko semakin menanjak sampai di kontrak oleh Persebaya tahun 1998. Setelah dua tahun di Persebaya, Hendro Kartiko akhirnya pindah ke PSM Makasar pada tahun 2000. Selama 3 tahun di PSM, Hendro Kartiko memang pindah beberapa klub bola papan atas seperti Persija Jakarta, Arema Malang, dan ke Persebaya kembali. Puncak karirnya adalah ketika berlaga bersama tim nasional Indonesia di Piala Asia tahun 2000. Bahkan AFC memberi penghargaan sebagai kiper terbaik tim Asia pada tahun yang sama.

4. Jendri Pitoy

Seorang yang  begitu membela temannya yaitu Persipura Jayapura membawa puncak kesuksesan Jendri Pitoy. Dengan keberhasilan yang diraih yaitu dua gelar di tahun 2005 serta 2008-2009 membuktikan Jendri Pitoy berpenampilan terbaik. Bahkan mampu menembus timnas Indonesia sebagai kiper yang tak diragukan lagi kemampuannya.

Selian membela Persipura, Jendri Pitoy juga pernah bergabung dengan Persib Bandung, Persija Jakarta, Bhayangkara FC. Setelah tahun 2018, Jendri Pitoy akhirnya pensiun di PSBS Biak. Itulah akhir karirnya sebagai kiper yang telah mengharumkan nama bangsa di beberapa pertandingan skuat timnas Indonesia.

READ  Penjaga Gawang Manchester United Terbaik Sepanjang Masa

5. Choirul Huda

Jika kiper terbaik biasanya diukur dari angka statistik dari pemain diatas lapangan dan kiprahnya dalam berbagai kompetisi. Tapi pernahkah terpikirkan khususnya bagi pengamat bola bahwa pengorbanan jiwa dan raga seorang kiper dianggap sebagai prestasi kiper terbaik Indonesia yang sudah seharusnya diapresiasi.

Sampai pada puncaknya ketika Chairul Huda bersama tim Persela Lamongan menjamu tim Semen Padang di stadion Surajaya, Lamongan. Dimana menit ke 7 Persela Lamongan berhasil mengungguli Sementara Padang dengan skor 1 – 0 pada babak pertama. 

Tapi detik-detik akhir babak pertama ditutup dengan kecelakaan parah yang dialami Chairul Huda membuatnya tersungkur. Skor akhir ditutup dengan 2 – 0 kemenangan Persela Lamongan. Dan Choirul Huda menyerahkan jiwa raganya sampai akhir khayat mempertahankan gawang Persela Lamongan.

Itulah perjuangan para kiper terbaik Indonesia yang begitu hebat bertahan di mistar gawang. Mempertahankan garis akhir demi kemenangan tim. Dan menjadikan nama-nama tersebut dikenang sepanjang masa sebagai kiper yang dimiliki Indonesia.

You May Also Like

About the Author: Kim Don Gun